Rabu, 10 Maret 2010

Contoh Karya Ilmiah Bidang Pemerintahan

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Sejalan dengan diberlakukannya Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004,tentang Pemerintah Daerah sebagai pengganti dari Undang-undang Nomor 22 tahun 1999, Pemerintah Kecamatan merupakan salah satu perangkat daerah yang dilihat dari struktur, wewenang dan tanggung jawab dibidang pelayanan berhubungan langsung dengan masyarakat untuk membantu tugas Kepala Daerah dalam penyelenggaraan Pemerintah Daerah.
Sebagai tindak lanjut pelaksanaan Undang-undang nomor 32 tahun 2004, Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah nomor 72 tahun 2005 tentang Desa dan Peraturan Pemerintah nomor 73 tentang Kelurahan.
Untuk menangani tugas-tugas Pemerintahan Kecamatan perlu adanya aparat Pemerintahan Kecamatan yang berkualitas dan mempunyai dedikasi, jiwa pengabdian yang tinggi, yang diperlukan dalam rangka pelayanan kepada masyarakat terutamanya pelayanan administrasi, dan sumber informasi data yang akurat, serta pelaporan-pelaporan yang cepat dan tepat.

Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, maka ini penulis susun dengan judul : “UPAYA PENINGKATAN KINERJA APARATUR PEMERINTAH KECAMATAN DALAM MELAKSANAKAN ADMINITRASI KEPENDUDUKAN PADA KANTOR CAMAT MELINTING KABUPATEN LAMPUNG TIMUR.

B. PERMASALAHAN

Berdasarkan kepada permasalahan yang bergambar pada latar belakang maka penulis menggambar permasalahan yang ada pada saat ini adalah :
1. Masih Rendahnya pengetahuan aparat pemerintah kecamatan.
2. Masih Rendahnya motivasi kerja aparat pemerintah kecamatan.
3. Terbatasnya tingkat pendidikan aparat pemerintah kecamatan.
B. IDENTIFIKASI MASALAH

Bertolak dari fenomena permasalahan pada latar belakanpermasalahan Yang Ada penulisan maka dapat diidentifikasi masalah :
1. Sejauhmana lemahnya pelayanan kependudukan aparatur Kecamatan terhadap masayarakat.
2. Agar tingkat loyalitas dan dedikasi para pegawai meningkat.
3. Meningkatnya kemampuan professional pegawai negeri sipil.
4. Agar pegawai mampunyai kemampuan dalam melaksanaan kerjasama dengan baik dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya.


C. PERUMUSAN MASALAH

Apabila diidentifikasi secara skema, maka dapat dirumuskan permasalahan yang dihadapi oleh Kecamatan Melinting Kabupaten Lampung Timur yaitu :
1. Untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan aparat pemerintah kecamatan tentang tertib administrasi kependudukan.
2. Untuk mengetahui motivasi kerja aparat pemerintah kecamatan.
3. Untuk mengetahui tingkat pendidikan aparat pemerintah kecamatan.








BAB II
LANDASAN KONSEPSIONAL

A. VISI DAN MISI ORGANISASI

1. Visi
Sebagai panduan pencapaian hasil yang optimal dalam menyelenggarakan tugas pokok dan fungsinya, maka ditetapkan Visi Kecamatan Melinting Kabupaten Lampung Timur adalah “Terwujudnya penyelenggaraan tertib administrasi kependudukan ditingkat kecamatan”.
2. Misi
Adapun misi organisasi pada Kecamatan Melinting Kabupaten Lampung Timur yaitu :
a. Meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat.
b. Meningkatkan disiplin aparatur pemerintah kecamatan
c. Memberikan motivasi terhadap aparatur pemerintah kecamatan tentang tertib administrasi kependudukan dan pembinaan pembangunan serta pembinaan lingkungan hidup.
B. TUGAS POKOK DAN FUNGSI
Dalam rangka menciptakan ketentraman dan ketertiban yang baik di wilayah / daerah Keputusan Bupati Lampung Timur Nomor 60 Tahun 2000 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Pemerintahan Kecamatan Se-Kabupaten Lampung Timur mempunyai tugas pokok.
Tugas pokok

Tugas pokok Kecamatan Melinting Kabupaten Lampung Timur antara lain yaitu : “ Melaksanakan tugas memimpin penyelenggaraan pemerintah mengkoordinasikan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta membina kehidupan kemasyarakatan dalam segala bidang di Kecamatan.”

Untuk menyelenggarakan tugas pokok tersebut, Kecamatan Melinting Kabupaten Lampung Timur mempunyai fungsi :
1. Penyelenggaraan tugas-tugas pemerintahan dan pembinaan Kecamatan.
2. Pembinaan Ideologi Negara, Politik Dalam Negeri dan Kesatuan Bangsa.
3. Membantu Sekrataris Daerah Kabupaten dalam menyiapkan informasi mengenai wilayah Kecamatan yang dibutuhkan dalam rangka perumusan kebijaksanaan bagi Bupati selaku Kepala Daerah.
4. Pembinaan Pemerintah Desa / Kelurahan
5. Pembinaan ketentraman dan ketertiban Kecamatan kesejahteraan sosial dan pelayanan umum.
6. Pembinaan pembangunan masyarakat Kecamatan yang meliputi pembinaan sarana dan prasarana perekonomian produksi dan pembinaan lingkungan hidup.
7. Penyusunan rencana dan program, pembinaan administrasi ketata usahaan dan rumah tangga.

C. Tujuan dan Sasaran
1. Tujuan

Dalam rangka mencapai visi dan mengembang misi Kecamatan Melinting Kabupaten Lampung Timur, maka tujuan yang diharapkan dari penetapan misi di atas adalah “ Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Aparatur Pemerintah Kecamatan Dalam Menyelenggarakan Tertib Administrasi Kependudukan dan Pelayanan Pembuatan Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Keluarga “.
Banyak kendala yang ditemukan dalam mencapai tujuan di atas antara lain rendahnya tertib administrasi kependudukan pemerintah kecamatan, tingkat kecepatan menyelesaikan tugas belum maksimal, terbatasnya aparat yang terampil, terbatasnya sarana dan prasarana.

2. Sasaran
Untuk itu dalam mewujudkan tujuan di atas, maka sasaranya adalah :
a. Meningkatnya pelaksanaan penyelenggaraan tertib administrasi kependudukan.
b. Meningkatnya kualitas sumber dan aparatur pemerintah kecamatan
c. Meningkatnya pelaksanaan inventarisasi program kecamatan.
d. Meningkatnya disiplin aparatur pemerintah kecamatan.
e. Meningkatnya kemampuan aparatur pemerintah kecamatan dalam menyediakan data informasi kependudukan yang akurat.
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel berikut.


BAB III
1. Data kinerja tugas pokok dan fungsi
Pelaksanaan tugas pokok dan fungsi kecamatan Melinting berpedoman kepada keputusan bupati lampung timur nawar : 60 tahun 2000, tentang uraian tugas pemerintahan kecamatan se-kabupaten Lampung Timur.


TABEL : 3.1
PENCAPAIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI PENULISAN GAMBAR
TAHUN 2006.
No Uraian Tugas Pokok dan Fungsi
1
2
3
4
5
6
7
8 Koordinasi penyelenggaraan Pemerintahan.
Penyelenggaraan kegiatan ideologi Negara dan kesatuan bangsa.
Penyelenggaraan Pelayanan Masyarakat.
Pelaksanaan Pemberdayaan Masyarakat.
Penyelenggaraan Pemerintahan Umum.
Penyelenggaraan Kegiatan Pemerintahan Desa.
Pembinaan ketentraman dan ketertiban umum.
Penyelenggaraan Kegiatan Pembinaan Pembangunan danpartisipasi masyarakat.


4. Data dan Informasi lain (yang berkaitan dengan isu)

a. Gambaran Umum Yang Relevan dengan Issu Aktual
Dalam mendukung pelaksanaan pembangunan daerah di Kabupaten Lampung Timur, merupakan suatu kebijakan, program dan indikator kinerja merupakan pedoman terhadap satuan kerja dalam mewujudkan peningkatan kinerja aparatur pemerintah di bidang Pelayanan Umum Kecamatan Melinting Kabupaten Lampung Timur dalam upaya meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas pada Pemerintahan Kabupaten Lampung Timur dalam melaksanakan penyelenggaraan yang baik dibidang tugasnya, dalam upaya pemerintah untuk mencapai target peningkatan sumber daya manusia tentu tidak semudah apa yang dibayangkan, akan tetapi perlu peran serta pimpinan dan beberapa unsur aparatur didaerah terutama Kecamalan Melinting Kabupaten Lampung Timur untuk mengupayakan terlaksananya program pemerintah dalam mendorong aparatur pemerintah. agar selalu memiliki kemampuan dan profesionalisme dalam melaksanakan tugas-tugas pemerintah yang ditugaskan kepadanya, untuk mencapai suatu pemerintahan yang baik (Good Governance), salah satu upaya pemerintah meningkatkan sumber daya aparatur melalui pembinaan dan bimbingan teknis melalui insransi terkait. Sebagai gambaran bahwa pelaksanaan tugas-tugas dimaksud yang selama ini masih dirasakan kurang sempurna, sehingga perlu adanya penganalisaan melalui analisa Isu Aktual dengan menggunakan Matrik untuk mencari prioritas utama yang lebih aktual untuk ditindak lanjuti sebagai pemecahan masalah agar jangan sampai menjadi kendala dalam proses pelaksanaan penyelengaraan pemerintah melalui Kecamatan Melinting Kabupaten Lampung Timur, adapun Issu Aktual dimaksud adalah : "Masih Rendahnya Pelaksanaan Adminitrasi Kependudukan". Maka untuk mengantisipasi permasalahan tentu Kecamatan Melinting Kabupaten Lampung Timur melakukan beberapa langkah sebagai langkah koordinasi dengan para aparatur pemerintah terkait untuk melaksanakan serta menindak-lanjuti semua permasalahan yang ada, dengan berbagai cara antara lain memprogramkan untuk melaksanakan pembinaan dan bimbingan teknis terhadap para aparat Kecamatan Melinting Kabupaten Lampung Timur dengan menyelenggarakan pembinaan dan bimbingan teknis secara berkala dan berkelanjutan.

a. Tujuan dan Sasaran Yang bermasalah.

Pada Misi ke dua yakni Kecamatan Melinting memberikan Pelaksanaan Pelayanan Umum dibidang penyelenggaraan koordinasi pelaksanaan pembangunan serta membina kehidupan kemasyarakatan dalam segala bidang di kecamatan, melakukan koordinasi penyusunan program kerja Kecamatan, dan menyelesaikan pelaksanaan Pelayanan Tertib Administrasi Kependudukan dengan sistem pelayanan tunggal melalui Kecamatan serta usaha informasi dalam rangka meningkatkan disiplin kerja aparatur untuk meningkatkan kinerja dalam mewujudkan program-program kerja pemerintah khususnya pada Kecamatan Melinting Kabupaten Lampung Timur.

Selain itu Kecamatan Melinting Kabupaten Lampung Timur mempunyai kewajiban membantu pemerintah dalam usaha meningkatkan terhadap penyelenggaraan inventarisasi di daerah dengan melaksanakan koordinasi dengan seluruh Sub Dinas dalam rangka pelaksanaan program kerja Kecamatan dalam mewujudkan program kerja pemerintah pada Kecamatan Melinting Kabupaten Lampung Timur sebagai pelaksana pembangunan dibidang Pelayanan Tertib Administrasi Kependudukan serta Rencana Kerja Pembangunan dan Peningkatan untuk dijadikan bahan acuan dalam pelaksanaan tugas, dengan sasaran tenwujudnya kompetensi aparatur terhadap Pelayanan Umum di Kecamatan Melinting Kabupaten Lampung Timur serta pelaksanaan dalam upaya meningkatkan kinerja aparatur yang berkualitas, agar pelaksanaan dapat berjalan sesuai dengan program kerja yang telah disusun, yang harus dipertahankan dengan berbagai cara sebagaimana dilaksanakan oleh Kecamatan Melinting Kabupaten Lampung Timur, tentu terhadap penyelenggaraannya masih banyak terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi antara lain:
1. Kurangnya pengetahuan aparat pemerintah kecamatan
2. Kurangnya motivasi kerja aparat pemerintah kecamatan
3. Terbatasnya tingkat pendidikan aparat pemerintah kecamatan

Masalah-masalah tersebut diatas secara langsung berkaitan pada penuaman kinerja secara keseluruhan, Persoalan ini sengaja diangkat mengingat didalam sebuah orgnanisasi Kecamatan Melinting Kabupaten Lampung Timur memiliki nilai strategis dalam menentukan rencana program/kegiatan baik dalam jangka pendek, menengah dan panjang serta sumber Informasi bagi kebijakan pimpinan yang harus diambil berdasarkan data dan fakta lapangan yang akurat. Diperlukan tindakan manajerial guna mengatasi masalah terebut sehingga apabila dianalisa melalui Matrik USG, masalah terebut dapat digambarkan dengan skala 1 sampai dengan 5 sebagai berikut :
Apabila dianalisa dengan tabel tersebut diatas, maka point tertinggi masalah adalah pada, "Rendahnya Pelaksanaan Administrasi Kependudukan”.

B. Keadaan Yang Diinginkan

1. kinerja yang diharapkan

Jika dianalisa secara seksaina dan komprehensif bahwa rendahnya efektifitas pegawai dalam melaksanakan tertib administrasi kependudukan di Kecamatan Melinting Kabupaten Lampung Timur saat ini kinerja belum optimal, hal ini diindikasikan dengan rata-rata prosentase pelaksanaan tertib administrasi kependudukan dan Rendahnya Efektifitas pegawai dalam melaksanakan Kegiatan mencapai 90% dalam penyelenggaraannya. Hal ini disebabkan antrara lain oleh kurangnnya dana anggaran yang tersedia untuk pelaksanaan pembinaan dan bimbingan teknis Rendahnya Efektifitas pegawai dalam melaksanakan tertib administrasi kependudukan melalui Monitoring dan Evaluasai dan program kegiatan pendukung lainnya. Konsekuensi logis dari adanya kedua kondisi tersebut bahwa dalam rangka Evaluasi pelaksanaannya belum optimal. Sehingga dalam penyelenggaraan, dan pelaporannya sangat rendah serta efektifitas pegawai dalam melaksanakan tertib administrasi kependudukan di Kecamatan Melinting Kabupaten Lampung Timur belum maksimal sebagai mana yang diharapkan. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu upaya yang terus menerus dan konsisten serta didukung dengan anggaran yang memadai guna meningkatkan kinerja dalam memberikan tertib administrasi kependudukan Aparatur Kecamatan Terhadap Masyarakat secara keseluruhan lebih ditingkatkan. Dan mampu menghasilkan data dan informasi yang akurat sesuai dengan Program serta perkembangannya, dinamika dan kondisi riel yang terjadi di Kecamatan Melinting Kabupaten Lampung Timur.

2. Tujuan dan Sasaran.
a. Tujuan
Dalam rangka mewujudkan Visi dan Misi Kecamatan Melinting Kabupaten Lampung Timur, maka ditetapkan tujuan prioritas yang hendak dicapai oleh organisasi pada masa yang akan datang. Tujuan prioritas tersebut adalah sebagai berikut :
1. Meningkatkan pelaksanaan penyelenggaraan tertib administrasi kependudukan dengan tersedianya dan terisinya buku administrasi kependudukan
2. Meningkatkan kualitas sumber daya aparatur pemerintah kecamatan mampu menyediakan data kependudukan
3. Meningkatkan pelaksanaan inventarisasi program kecamatan
4. Meningkatkan disiplin aparatur pemerintah kecamatan dengan kehadiran tepat waktu dan melaksanakan tugas yang lebih baik.

b. Sasaran.

Sasaran merupakan penjabaran setiap tujuan yang telah ditetapkan oleh suatu organisasi yang akan dicapai atau dihasilkan dalam kurun waktu tertentu sebagai pengendalian serta pemantauan kinerja organisasi. Dalam kaitan tersebut, dalam rangka peningkatan kinerja sasaran yang ingin dicapai adalah :
1. Meningkatnya efektifltas pegawai dalam melaksanakan Administrasi kependudukan
2. Terlaksananya peningkatan pemanfaatan terhadap hasil kerja Aparatur
3. Terlaksanaya kualitas dan kinerja aparatur Kecamatan.
4. Terlaksananya peningkatan kuantitas dan kualitas sarana serta prasarana.
5. Terlaksananya Pembinaan disiplin kerja Aparatur Kecamatan

Kerja yang tinggi maka akan dapat mencapai suatu tujuan program yang positif dalam rangka untuk mewujudkan semua Tujuan dan sasaran secara tepat baik dan benar sebagaimana mestinya. Adapun kinerja yang sesuai dengan pedoman dan tujuan yang ingin ditingkatkan kenerjanya dengan menggunakan Matrik Rencana Tahunan seperti yang diuraikan dibawah ini :


Berdasarkan hasil penilaian sasaran dengan analisa Urgemi, Serious, and Growth (USG) maka diperoleh sasaran prioritas pada No. 1 yaitu : "Meningkatnya penyelenggaraan tertib administrasi kependudukan. Dengan adanya sasaran organisasi tersebut, diharapkan permasalahan Bagaimana gambaran SDA pada Kecamatan Melinting Kabupaten Lampung Timur dalam melaksanakan Pelayanan administrasi kependudukan sehingga dapat dilaksanakan secara maksimal.
Sebagaimana penjabaran sebelumnya pada gambaran Tujuan dan Sasaran yang bermasalah/ tigkat kinerja rendah yang ingin ditingkatkan kenerjanya dengan melakukan berbagai analisa tentang semua kemungkinan yang ingin ditingkatkan untuk menjadi pedoman tehadap pelaksanaan tugas pokok dan fungsi organisasi pada Kecamatan Melinting Kabupaten Lampung Timur, sebagaimana menindak lanjuti serta mewujudkan Visi dan Misi Organisasi Kecamatan Melinting Kabupaten Lampung Timur tentu memerlukan suatu kerja keras aparatur pemerintah dengan memiliki kemampuan dan keterampilan serta didorong dengan kemauan dan disiplin.

BAB IV
ANALISIS DAN RENCANA KERJA

A. Identifikasi Kekuatan, Kelemahan, Peluang Dan Ancaman.

Sebagai upaya mengatasi persoalan yang dihadapi dalam rangka peningkatan kinerja Kecamatan Melinting Kabupaten Lampung Timur, maka harus dilihat faktor-faktor yang dapat dijadikan kekuatan sehingga tingkat kenerja yang diimpikan dapat tercapai.
B. Faktor Kunci Keberhasilan
Adapun faktor-faktor dimaksud adalah faktor-faktor internal dan eksternal.
Faktor internal (Strengths) yang merupakan kekuatan terdiri atas :
a. Adanya upaya peningkatan kualitas Kerja aparatur.
Adanya upaya peningkatan kualitas Kerja aparatur dalam melaksanakan penyelenggaraan tertib administrasi kependudukan.
b. Adanya Sumber Daya Aparatur yang memadai.
Adanya Sumber Daya Aparatur yang memadai, Dengan demikian Pelaksanaan tertib administrasi kependudukan dapat berjalan sebagaimana mestinya sesuai dengan sasaran program kerja Kecamatan.
c. Adanya motivasi pimpinan yang sangat tinggi.
Adanya motivasi pimpinan yang sangat tinggi untuk mendukung staf agar senantiasa bertanggung jawab terhadap tugasnya sehingga kualitas kerja dapat ditingkatkan.

1. Faktor internal (Weeknesses) yang merupakan kelemahan :
a. Belum Terpenuhi Sumber Daya Aparatur Yang Profesional.
Belum terpenuhi Sumber Daya Aparatur yang Profesional dengan kondisi ini diharapkan meningkatan SDM selalu diupayakan dengan menyediakan dana yang memadai untuk mengikuti pelatihan dan bimbinga teknis dalain pelaksanaan tertib administrasi kependudukan.

b. Belum Terwujudnya Sumber Daya Manusia Yang Berkuantitas.
Belum terwujudnya Sumber Daya Manusia yang berkualitas dengan melihat kondisi ini para petugas selalu berupaya untuk meningkatkan kemampuan.

c. Lemahnya Pengawasan Terhadap Pelaksanaan Tugas.
Lemahnya pengawasan terhadap pelaksanaan tugas, pengawasan sangatlah diperlukan untuk menjaga agar seluruh tugas dapat dikondisikan sehingga seinua tugas-tugas dapat diselesaikan dengan baik.



2. Faktor eksternal (Opportunities) yaiig merupakan peluang :

a. Adanya Pembinaan Dan Pengendalian Pelaksanaan tertib administrasi kependudukan.
Adanya Pembinaan dan pengendalian Pelaksanaan tertib administrasi kependudukan dan. keberhasilan suatu pelaksanaan tugas tidak terlepas dari peran serta pimpinan dan aparatnya guna menciptakan iklim kerja yang kondusif dengan melakukan pembmaan dan kordinasi serta pengendalian terhadap bawahanya.
b. Adanya Dukungan Dana APBD.
Adanya dukungan dana APBD yang memadai dalam mendukung kelancaran program kerja Kecamatan, agar dapat mewujudkan seluruh program kerja dan sasaran untuk dicapai.
c. Adanya Kesempatan Pelatihan Aparatur.
Adanya kesempatan mengikuti pelatihan aparatur, dalam upaya mendukung kelanearan pelaksanaan tugas dinas agar dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar maka perlu mengikut sertakan staf untuk mengikuti pembinaan dan pelatihan serta bimbingan teknis tertib administrasi kependudukan.

Faktor Eksternal (Threats) yang merupakan ancaman ;

a. Rendahnya Kualitas Kerja Aparatur Kecamatan
Rendahnya kualitas kerja aparatur Kecamatan, maka dengan demikian lemahnya pula dukungan terhadap kerja pimpinan yang seharusnya dapat diupayakan secara cepat dan tepat, dengan adanya kondisi ini semua tidak berjalan sebagaimana mestinya dan perlu adanya pembinaan lebih lanjut sehingga kualitas kerja staf dapat ditingkatkan.

b. Rendahnya Tingkat Profesionalisme Terhadap Pelaksanaan tertib administrasi kependudukan.
Rendahnya tingkat profesionalisme terhadap pelaksanaan tertib administrasi kependudukan.
Hal ini sangatlah diperlukan peran serta pimpinan dalam upaya meningkatkan Profesionalisme staf dalam melaksanakan tugas Kecamatan agar lebih profesional.

c. Rendahnya Pemahaman Terhadap Juklak Dan Juknis Dinas.
Rendahnya pemahaman terhadsp Juklak dan juknis, maka dengan demikian para staf kurang percaya diri dalam mentasai semua permasalahan tugas yang ada pada Kecamatan Melinting Kabupaten Lampung Timur kondisi ini tentu tidak terlepas peran pimpinan untuk memberikan semangat dan dorongan serta pengarahan agar pelaksanaan tugas dapat dikondisikan dan berjalan sebagaimana mestinya.

Dengan telah teridentifikasi factor-faktor internal maupun eksternal baik itu kekuatan (S), Kelemahan (W), maupun Peluang (O) dan Ancaman (T), langkah selanjutnya factor-faktor tersebut diintegrasikan agar dapat mencapai sinergi yang diinginkan dalam upaya mencapai tujuan dan sasaran peningkatan kinerja.

Agar faktor-faktor internal dan eksternal tersebut dapat di daya gunakan seoptimal mungkin dan dalam menentukan faktor kunci keberhasilan, maka faktor-faktor tersebut dinilai terlebih dahulu dinilai keterkaitannya.
Peta Posisi Kekuatan

Untuk memudahkan analisis selanjutnya maka unsure-unsur yang berpengaruh dalam upaya pencapaian sasaran organisasi selanjutnya diinformasikan dalam bentuk tabel berikut ini :

TABEL. 4.1
INDENT1FIKASI FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL


NO

FAKTOR INTERNAL


KEKUATAN / STRENGTHS (S)

KELEMAHAN /WEAKNESSES (W)


SI

Adanya upaya peningkatan kualitas Kerja aparatur

Wl

Belum terpenuhi Sumber Daya Aparatur yang Profesional


S2

Adanya Sumber Daya Aparatur yang memadai

W2

Belum terwujudnya Sumber Daya Manusia vang berkuantitas


S3

Adanya motivasi pimpinan yang sangat tinggi.

W3

Lemahnya pengawasan terhadap pelaksanaan tugas.


NO

FAKTOR EKSTERNAL


PELUANG / OPPORTUNITIES (O)



ANCAMAN / THREATTHS (T)



Ol

Adanya Pembinaan dan pengendalian Aparatur Kecamatan

Tl

Rendahnya kualitas kerja aparatur Kecasmatan


02

Adanya dukungan dana APBD

T2

Rendahnya tingkat profesionalisme terhadap pelaksanaan Pelayanan Umum


O3

Adanya kesempatan pelatihan bagi staf kecamatan

T3

Rendahnya pemahaman terhadap Juklak dan juknis


B. Faktor Kunci keberhasilan



TABEL 4.5
FAKTOR KUNCI KEBERHASILAN

FAKTOR INTERNAL
No Strenght Weaknesses
1 Adanya Perda yang mengatur disiplin para pegawai 1 Kurangnya dukungan dana
2 Adanya motivasi pimpinan yang sangat tinggi 2 Belum adanya kerjasama yang baik antar pegawai
FAKTOR EKSTERNAL
1 Adanya pembinaan dan pengendalian aparatur 1 Rendahnya kualitas kerja aparatur kecamatan
2 Adanya kesempatan mengikuti pelatihan 2 Rendahnya pemahaman terhadap juklak dan juknis

Dari berbagai factor kunci keberhasilan yang telah dianalisis maka ada empat kekuatan kunci keberhasilan prioritas, meliputi :
1. Adanya SDA yang memadai.
2. Belum terwujudnya Sumber Daya Manusia yang berkulitas.
3. Adanya Pembinaan dan Pengendalian Aparatur.
4. Rendahnya kualitas kerja aparatur kecamatan.


C. Tujuan dan sasaran (yang diinginkan)

a. Tujuan
Berdasarkan kekuatan kunci organisasi dengan memperhatikan peta kekuatan Organisasi yang berada pada kwadran I maka dapat disusun yang hendak dicapai dengan memberikan penilaian terhadap alternatif tujuan.

b. Sasaran.
Berdasarkan hasil penilaian dan pemantauan tujuan yang ingin dicapai sebagai berikut:
1. Meningkatkan efekktifltas pegawai dalam melaksanakan tertib administrasi kependudukan.
2. Terlaksananya peningkatan pemanfaatan terhadap hasil kerja Kecamatan.

Gambaran kemampuan organisasi itu dapat dilihat berdasarkan faktor Kunci Keberhasilan dan peta posisi kekuatan Organisasi. Dengan mengoptimalkan faktor-faktor kunci keberhasilan organisasi dimasa lalu, dapat diproyeksikan keberhasilan pada masa yang akan datang. Perumusan tujuan berdasarkan kemampuan organisasi adalah merupakan prinsip utama manajemen, sebagaimana tercermin dalam beberapa pendapat mengemukakan agar kesempatan-kesempatan strategis yang teridentifikasi dari hasil analisis lingkungan eksternal dapat dikembangkan menjadi sasaran strategis yang relevan.

Berdasarkan kekuatan kunci organisasi dan dengan memperhatikan peta kekuatan Organisasi yang berada pada kwadran 1, maka dapat disusun yang hendak dicapai dengan memberikan penilaian terhadap alternatif tujuan.



3. Perumusan Sasaran dan Kinerja

Penyusunan Sasaran
Tujuan organisasi (Organization Goals) merupakan pernyataan umum yang menggambarkan suatu rumusan keinginan yang hendak dicapai dalam waktu yang akan datang. Tujuan yang dirumuskan itu disesuaikan dengan rencana strategis (jangka panjang) instansi. Sebaiknya jangka waktunya disesuaikan dengan masa pengabdian suatu pemerintah yankni 5 (lima) tahun. Pencapaian tujuan jangka panjang itu bertahap dan berkesinambungan. Untuk itu tujuan dijabarkan kedalam sasaran tahunan.

Sasaran Organisasi ( Organization Obyetivest) adalah suatu pernyataan hasil riiel yang terukur, yang dapat dicapai dalam waktu antara 1 (satu) sampai 12 (duabelas) bulan (sebagai tujuan jangka pendek). Ada beberapa kretaria yang diperhatikan dalam menyusun sasaran :
1. Merupakan hasil yang dapat dicapai.
2. Menantang, tapi logis atau realistis. Artinya memungkinkan dapat dicapai sesuatu dengan kemampuan dan sumber daya yang tersedia.
3. Memberikan kontribusi yang tinggi terhadap tujuan.
4. Terkait dengan misi.
5. Sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab.

Berdasarkan tujuan prioritas yang ditentukan dapat dijabarkan kedalam sasaran dan kinerja tahunan Kecamatan Melinting Kabupaten Lampung Timur, tujuan meningkatkan keterampilan Tehnologi Informasi (TI) masih luas cakupanya. Untuk itu sasaran dan kinerja disusun dalam suatu format seperti pada Tabel berikut:




Sasaran dan kinerja pada tabel diatas sesuai dengan tugas Kecamatan Melinting Kabupaten Lampung Timur yaitu mengkoordinasikan penyelenggaraan tugas pemerintahan, ketertiban umum, perekonomian, pembangunan, pemberdayaan masyarakat, pendidikan, kesehatan, pertanian, sosial, pembinaan terhadap aparatur Kecamatan serta pembinaan jalannya organisasi Pemerintahan desa dalam wilayah Kecamatan.




D. Strategi dan Kegiatan

1. Perumusan dan Penetapan Strategi
Dari berbagai faktor kunci keberhasilan tersebut diatas, tentunya harus dituangkan dalam penyusunan strategi. Dari fakktor -faktor Internal dan Eksterna! selanjutnya untuk memilih strategi dilakukan dengan pemetaan interaksi dan faktor-faktoi tersebut sebagaimana Tabel berikut ini:
TABEL 4.8

MATRIK FORMULASI STRATEGI SWOT

FAKTOR
INTERNAL


FAKTOR
EKSTERNAL
STRENGHTS

1. Adanya sumberdaya manusia yang cukup potensi.

2. Tersedianya dana. WEAKNESSES

1. Terbatasnya sarana pendukung kelancaran pelaksanaan tugas.
2. Kurangnya motivasi
OPPORTUNITIES

1. Adanya kesempatan untuk mengikuti diklat



2. Adanya pembinaan aparat kecamatan oleh Dinas/Instansi tingkat atas. STRATEGI SO

1. Tingkatkan kinerja pembinaan aparat kecamatan dalam melaksanakan administrasi kependudukan.

2. Tingkatkan pembinaan aparat kecamatan oleh instansi tingkat atas. STRATEGI WO

1. Tingkatkan motivasi aparat kecamatan dengan memberikan kesempatan mengikuti diklat.


2. Tingkatkan pembinaan aparat kecamatan mempergunakan sarana yang ada.

THREATS

1. Penempatan pegawai yang tidak sesuai dengan bidangnya

2. Adanya birokrasi yang berbelit-belit.
STRATEGI ST

1. Berdayakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada.


2. Fungsikan lembaga yang ada. STRATEGI WT

1. Laksanakan pembinaan sacara terus menerus.


2. Berdayakan kan pegawai yang ada.
Dengan mempedomani faktor kunci keberhasilan dan memadukannya dengan formulasi strategi yang telah diintegrasikan dengan SWOT maka ditetapkan strategi yang diunggulkan dan menyusun kebijakan operasional.




3. Kebijakan Operasional

Untuk menjamin strategi terlaksana dengan baik dalam mencapai sasaran kinerja, maka perlu disusun suatu kebijakan operasional sebagai pedoman atau acuan dalam menjabarkan strategi kedala program dan kegiatan. Kebijakan Operasional merupakan acuan, pedoman yang memberikan arah program, kegiatan yang akan dilakukan dan Sumber Daya yang diberdayakan dalam mencapai sasaran kinerja yang telah ditetapkan.
1. Optimalkan dukungan SDM untuk penyelenggaraan tertib administrasi kependudukan.
2. Optimalkan peningkatan Motivasi pimpinan untuk meningkatkan kemampuan dengan mengikuti pelatihan.

Program

Sesuai kebijakan yang ditetapkan seperti diatas, maka bagian Kelembagaan dan Ketatalaksanaan Pemerintah dapat menginplementasikan setrategi pengembangan kompetensi aparatur Kecamatan Melinting Kabupaten Lampung Timur, Implementasi strategi kedalam kebijakan Operasional, Program dan kegiatan dapat disusun dalam suatu Format Tabel.

Untuk mewujudkan kebijakan oprasional yang telah ditetapkan tentunya harus dituangkan berbagai program sebagai berikut:
 Pengoptimalan SDM yang memadai untuk pengawasan pengendalian teknis pada Kecamatan Melinting Kabupaten Lampung Timur
 Pengoptimalan SDM untuk pelaksanaan pengawasan dan pengendalian teknis pada Kecamatan Melinting Kabupaten Lampung Timur
 Tingkatkan SDM untuk pelaksanaan pengawasan dan pengendalian teknis pada Kecamatan Melinting Kabupaten Lampung Timur
 Tingkatkan pengetahuan. dan keterampilan SDM untuk pendayagunaa dan peningkatan pegendalian teknis pada Kecamatan Melinting Kabupaten Lampung Timur.






TABEL 4.10
STRATEGI, KEBIJAKAN, PROGRAM DAN KEGIATAN

TUJUAN SASARAN STRATEGI KEBIJAKAN PROGRAM
KEGIATAN
Meningkatkan kualitas SDM aparat Pemerintahan Kecamatan dalam penyelenggaraan administrasi kependudukan dikantor Camat Melinting Meningkatnya kualitas SDM aparat Pemerintahan Kecamatan dalam penyelenggaraan administrasi kependudukan dikantor Camat Melinting Strategi peningkatan pelaksanaan administrasi kependudukan
1. Pengembangan SDM yang potensial dalam melaksankan pembinaan administrasi kependudukan

2. Peningkatan penyelenggara an administrasi kependudukan
1. Peningkatan SDM dalam melaksanakan administrasi kependudukan.



2. Peningkatan penyelenggara an administrasi kependudukan. 1. Penyelenggara an diklat administrasi kependudukan.




2. Pembinaan penyelenggara an adminis trasi kepen dudukan.



2. Penetapan Tolak Ukur (Indikator Kinerja)

Berdasarkan indikator yang ada dalam kinerjanya saat ini, Kecamatan Melinting Kabupaten Lampung Timur berupaya semaksimal mungkin dalam pelaksanaan untuk pencapaian tujuan digunakan tahapan-tahapan kinerja sesuai dengan yang diinginkan sesuai tolak ukur keberhasilan pencapaian tujuan dan sasaran yang diinginkan dengan beberapa kinerja untuk melihat tingkat keberhasilan dengan membandingkan kinerja tersebut dapat meningkat dalam rangka menunjang keberhasilan tugas pokok dan fungsi pada Kecamatan Melinting Kabupaten Lampung Timur. Indikator kinerja sekarang dan yang akan datang adalah sebagai berikut:
a. Tingkat pemantauan pelaksanaan operasional penyelenggaraan pembinaan Kecamatan Melinting Kabupaten Lampung Timur saat ini bam mencapai 50% dan diharapkan pada akhir tahun 2007 meningkat menjadi 80%.
b. Penyempurnaan sistem pelayanan tertib administrasi kependudukan Kecamatan Melinting Kabupaten Lampung Timur, pada saat ini baru 65 % mated yang ada hand out, diharapkan dapat menjadi 80% pada masa yang akan datang.
c. Pengembangan sistem/program kegiatan peningkatan SDM Kecamatan Melinting Kabupaten Lampung Timur bam 65% dari yang dibutuhkan, diharapkan dapat menjadi 85% pada akhir tahun 2007.


3. Perkiraan Kesulitan dan Rencana Antisipasi

Untuk mencapai sasaran yaitu meningkatnya pelaksanaan pelayanan pelatihan bidang ketenagaan pendidikan meliputi:
 Adanya SDM yang memadai
 Belum terwujudnya Sumber Daya Manusia yang berkualitas.
 Adanya pembinaan dan pengendalian Aparatur Kecamatan
 Kurang kualitas kerja aparatur Kecamatan.

Untuk mengatasi kesulitan yang dirnaksud dilakukan anatisipasi sebagai berikut:
a. Mengadakan Diklat Aparatur Kecamatan.
b. Untuk melaksanakan penyempurnaan sistem tertib administrasi kependudukan perlu diselenggarakan Diklat dan dapat dilakukan dengan mengadakan kerja sama dengan Perguruan Tinggi yang ada di Lampung.
c. Guna mengatasi agar tidak tertundanya realisasi dana yang dibutuhkan untuk kegiatan peningkatan SDM Kecamatan Melinting Kabupaten Lampung Timur, senantiasa melakukan pendekatan dan negosiasi dengan Bupati Lampung Timur.














BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan :

Dari hasil pemaparan baik dalam uraian pendahuluan, sampai dengan penyusunan analisa diberbagai permasalahan dan penyusunan rencana kerja upaya peningkatan kinerja Kecamatan Melinting Kabupaten Lampung Timur, dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1. Bahwa keberhasilan upaya peningkatan kinerja Kecamatan Melinting Kabupaten Lampung Timur sebagai upaya mengedepankan dalam pelaksanaan administrasi kependudukan, tentunya harus dilaksanakan dengan memperhatikan berbagai kekuatan, peluang yang ada sehingga peluang dan kekuatan yang ada dapat dimanfaatkan dan didayagunakan seoptimal mungkin.
2. Keberhasilan upaya peningkatan kinerja ini akan berhasil tentunya disamping harus didukung oleh sumber daya yang ada pada Kecamatan Melinting Kabupaten Lampung Timur. Juga harus mendapat dukuugan pula dari instansi terkait lainnya.
3. Peningkatan Pengetahuan, dan kemampuan aparatur pada Kecamatan Melinting Kabupaten Lampung Timur dalam rangka pelaksanaan program dan pelatihan tentang tertib administrasi kependudukan merupakan salah satu program prioritas, agar seluruh pelaksanaan pelatihan dapat diselenggarakan dengan baik dan sempurna sebagaimana harapan kita bersama.
B. SARAN

Dalam rangka meningkatkan dan efektifitas pelaksanaan tertib administrasi kependudukan. Kecamatan Melinting Kabupaten Lampung Timur, maka disarankan sebagai berikut;
a. Meningkatkan kemampuan dan tanggung jawab aparatur, tentang tertib administrasi kependudukan.
b. Meningkatkan disiplin kerja aparatur melalui peran serta Pimpinan serta pembinaan waskat.
c. Memberikan pelayanan adininistrasi kepegawaian kepada para aparatur pemerintah dilingkungan kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Timur dengan pelaksanaan pelayanan Prima.

Berdasarkan tantangan, hambatan peluang dan kekuatan yang ada telah dikemukakan terdahulu, penulis meyakini bahwa apabila program peningkatan kinerja ini dilaksanakan dengan baik, tentunya secara bertahap akan dapat terbentuk dan terselengara Program Pelatihan tertib administrasi kependudukan yang berkualitas, tangguh dan profesional.